Minggu, 02 Oktober 2022

Kelas XI Mipa 3 Mansadel Melakukan Praktikum Pembakaran Gas Butana

 

Kelas XI Mipa 3 Mansadel Melakukan Praktikum Pembakaran Gas Butana 


Lubuklinggau, Humas

Kelas XI Mipa 3 Mansadel atau singkatan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Lubuklinggau melaksanakan praktikum pembakaran gas butana pada Kamis (1/09) yang dilaksanakan di ruang kelas XI Mipa 3 pada jam ke 3 pelajaran.

Pada praktikum ini, alat dan bahan yang digunakan diantaranya, Sunlight (Sabun cuci piring), Air, Gas butana, dan Pematik api, yang telah di bawa maasing-masing siswa.

Praktikum ini di awasi dan dibimbing langsung oleh Sri Suryani, S. Pd selaku guru kimia kelas XI. Sebelum melaksanakan praktikum terlebih dahulu diadakan quis yang berisi 5 soal, kemudian baru melaksanakan praktikum. Secara bergantian siswa maju kedepan yang teridiri dari 4 orang.

Sunlight dituang kedalam ember yang berisi air dan dicampur dengan gas butana kemudian diaduk sampai menjadi busa, lalu 3 siswa memgang busa di tangan, 1 siswa meghidupkan api dengan pematik ke arah busa di tangan dan api akan menyambar tanpa membakar tangan.

Para siswa kelas XI Mipa 3 terlihat sangat bersemangat saat melakukan praktikum ini, salah satunya Farren yang saat itu memegang pematik apa, “ Praktikum tadi sangat seru dan menyenangkan walupun api dari pematik sempat tidak bisa menyala tapi akhirnya bisa menghasilkan api yang besar” Ujar yang biasa dipanggil Peren.

Tujuan dari praktikum ini seperti yang disampaikan oleh Sri Suryani, S.Pd pada saat sebelum praktikum “pembakaran gas butana adalah praktik untuk menguji kebenaran pembakaran sempurna gas butana yang akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air”, jelasnya pada semua siswa.

Sumber : Fatimah Azzahra

Ancaman resesi 2022, akankah angka pengangguran semakin naik?

 


Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan kondisi ekonomi dunia makin tidak pasti. Bahkan tahun 2023 Jokowi mewanti-wanti kondisi dunia dalam 'awan gelap' dan badai besar segera datang.

"Tahun ini sulit dan tahun depan, sekali lagi saya sampaikan akan gelap, dan kita tidak tahu badai besarnya seperti apa sekuat apa tidak bisa dikalkulasi," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (29/9) lalu.
Awan gelap yang dimaksud Jokowi ancaman resesi ekonomi. Kondisi ketidakpastian ini telah menyeret semua negara masuk jurang yang sama. Ekonomi global pun diperkirakan akan lesu.

Ekonomi yang lesu ini berpotensi menaikkan tingkat pengangguran sebagai akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Mengingat penyebab resesi global ini salah satunya kenaikan tingkat suku bunga di berbagai negara sehingga terjadi kenaikan inflasi. Tingginya inflasi ini lah yang membuat produksi turun dan perusahaan melakukan penyesuaian.
"PHK ini sangat mungkin terjadi kalau suku bunga naik, tidak ada peningkatan skala usaha, inflasi tinggi ini bisa mengurangi produksi," kata Ekonom Indef Nailul Huda saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (3/10).

Pada saat yang bersamaan, penyerapan tenaga kerja baru juga akan semakin sulit. Namun Huda menilai, tingkat pengangguran dari ancaman resesi global masih bisa dikendalikan. Ancaman PHK massal tidak separah ketika pandemi Covid-19 terjadi.

"Saya rasa tidak akan terlalu besar karena didorong permintaannya," kata Huda.

Asalkan, tingkat suku bunga bisa dinormalisasi tahun depan. Sekarang, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,25 persen. Tingkat suku bunga yang demikian masih memiliki celah pertumbuhan ekonomi walau tidak terlalu tinggi.
"Ada celah pertumbuhan dan tidak terlalu tinggi dan ini juga buat menekan inflasi yang masih cukup tinggi dan saya yakin pemerintah sudah menghitung ini," kata dia.

Dalam kondisi ini, Huda menilai pemerintah harus bisa menjaga daya beli masyarakat. Caranya dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang paling terdampak dan masyarakat miskin. Belanja pemerintah diharapkan bisa menahan dampak resesi yang terlalu dalam.

"BLT ini bisa meminimalisir dampak resesi jadi daya beli masyarakat terjaga karena ada pengeluaran dari pemerintah," ujarnya.

Selain masyarakat miskin, pemerintah juga perlu memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM yang tidak membutuhkan barang impor sebagai bahan baku bisa menjadi penggerak ekonomi.
"UMKM yang memang tidak butuh barang impor ini harus bisa manfaatkan produk lokal dan paling penting daya beli ini butuh dana pemerintah, makanya ini pasti akan butuh porsi lebih pengeluaran pemerintah," tuturnya.

Dia mengingatkan, memasuki kuartal ketiga dan keempat 2023 sudah memasuki tahun politik. Pemerintah harus bisa mengatur anggarannya agar stabilitas tetap terjaga. Surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diharapkan digunakan untuk subsidi agar bus menjaga daya beli masyarakat.

"Surplus bisa dianggarkan ke pos anggaran yang bisa jaga daya beli masyarakat bisa bansos dan subsidi," pungkasnya.

Sumber : https://www.merdeka.com/uang/ada-ancaman-resesi-angka-pengangguran-berpotensi-naik.html

Selasa, 27 September 2022

Blog itu apa sih?

 Blog Itu Apa, Sih?



Menurut Wikipedia, weblog termasuk salah satu jenis website yang memuat tulisan dengan berbagai topik. Biasanya, tulisan (yang kita sebut dengan postingan) ditampilkan dalam kronologi terbalik. Weblog akan menampilkan postingan terbaru, yang kemudian disusul oleh postingan lama.

Bentuknya juga bermacam-macam, misalnya majalah digital, catatan pribadi, pameran online, dan bahkan situs pembelajaran. Biasanya, weblog terdiri atas teks, gambar, video, dan halaman penting lainnya. Audiens bisa menuliskan komentar dan berkomunikasi secara virtual dengan pemilik atau penulis jurnal elektronik ini.

Apabila masih perlu penjelasan lebih lanjut, silakan baca artikel kami yang membahas tentang apa itu blog secara lebih lengkap.

Apa bedanya Blog dan Website?

Hal pertama yang membedakan blog dan website adalah adanya kolom komentar. Seperti yang sudah disebutkan, weblog memiliki kolom komentar di mana audiens dan blogger bisa berkomunikasi. Komunikasi yang terjalin adalah komunikasi dua arah. Sementara itu, website tidak memiliki kolom komentar sama sekali.

Kemudian, blog bersifat dinamis karena kontennya selalu diperbarui, sedangkan website bersifat statis karena halaman-halaman yang ada di dalamnya jarang sekali diperbarui. Contohnya, halaman produk, informasi layanan, dan Tentang Kami.

Pembeda lainnya adalah nama penulis, tanggal postingan, dan kategori. Pada weblog, ketiga elemen ini terlihat jelas di bagian atas postingan. Sementara itu, Anda tidak dapat menemukan ketiga elemen tersebut di website.

Sumber : https://www.hostinger.co.id/tutorial/cara-membuat-blog

Kelas XI Mipa 3 Mansadel Melakukan Praktikum Pembakaran Gas Butana

  Kelas XI Mipa 3 Mansadel Melakukan Praktikum Pembakaran Gas Butana  Lubuklinggau, Humas Kelas XI Mipa 3 Mansadel atau singkatan dari Madra...